Tugas 2.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1-Ni Made Risa Kusadi-CGP Kab.Tabanan
Tugas 2.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1
Fasilitator
: Ibu Sri Restu Wahyuningsih
CGP Kab. Tabanan
: Ni Made Risa Kusadi
Kita
tidak bisa memenuhi semua kebutuhan belajar mereka jika mereka juga tidak ada
motivasi, namun kita tetap berupaya untuk memberikan pembelajaran yang
menghargai keberagaman ini sehingga menjadi pembelajaran yang bermakna. Untuk
mewujudkan hal tersebut, maka pembelajaran berdiferensiasi adalah jawabannya.
Dalam Tomlinson (2001:1), pada pembelajaran diferensiasi berarti
mencampurkan semua perbedaan untuk mendapatkan suatu informasi, membuat ide dan
mengekspresikan apa yang mereka pelajari. Dengan kata lain bahwa pembelajaran
diferensiasi adalah menciptakan suatu kelas yang beragam dengan memberikan
kesempatan dalam meraih konten, memproses suatu ide dan meningkatkan hasil
setiap murid sesuai kemampuannya, sehingga murid-murid akan bisa lebih belajar
dengan efektif.
Pembelajaran
berdiferensiasi juga merupakan serangkaian
keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang
berorientasi kepada kebutuhan murid. Pembelajaran berdiferensiasi pada
hakikatnya pembelajaran yang memandang bahwa siswa itu berbeda dan dinamis.
Karena itu, sekolah khususnya guru harus memiliki perencanaan tentang pembelajaran
berdiferensiasi. Dari sekolah, hal yang harus dilakukan adalah mengkaji
kurikulum saat ini yang sesuai dengan kekuatan dan kelemahan siswa, merancang
perencanaan dan strategi sekolah yang sesuai dengan kurikulum dan metode
pembelajaran yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan siswa, menjelaskan
bentuk dukungan guru dalam memenuhi kebutuhan siswa, mengkaji dan menilai
pencapaian rencana sekolah secara berkala. Untuk guru ada enam (6) elemen yang
berkontribusi terhadap belajar dan pembelajaran
Keenam
elemen ini akan dapat memberikan kontribusi jika guru dapat menerapkan
pembelajaran berdiferensiasi secara efektif.
Bagaimana
pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan
membantu mencapai hasil belajar yang optimal.? Ada strategi dan teknik dalam pembelajaran ini.
Namun sebelumnya guru harus mampu mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan penciptaan lingkungan belajar
yang “mengundang’ murid untuk belajar untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi,
kurikulum dengan tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas, penilaian
berkelanjutan, refleksi guru (bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan
belajar muridnya, bagaimana guru akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk
memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut.
Setelah
mendalami tentang pembelajaran ini, maka tujuan pembelajaran berdiferensiasi
dapat dimaknai sebagai berikut :
·
Siswa memaksimumkan dari "posisi
belajar" mereka saat ini. Tujuan untuk guru adalah semakin memahami
tentang posisi belajar tersebut sehingga pembelajaran sesuai dengan kebutuhan
peserta didik.
·
Perubahan mindset guru tentang
pengetahuan yang bergerak bukan ke arah melihat diri sendiri sebagai
penyelenggara kesempatan belajar, namun guru lebih fokus pada pemahaman kebutuhan
belajar siswa mereka.
·
Diferensiasi menghendaki seorang guru
untuk menyadari bahwa ruang kelas harus menjadi wellbeing ekosistem
belajar, dan juga untuk mengingat setiap hari bahwa tidak ada praktik yang
benar-benar praktik terbaik kecuali jika itu berhasil untuk setiap individu dan
menghargai setiap perkembangan kecil yang dicapai murid.
Untuk mewujudkan hal tersebut maka langkah-langkah
yang dapat diterapkan dalam pembelajaran
berdiferensiasi adalah:
1. Menetapkan tujuan pembelajaran (pahami kompetensi dasar atau standar
yang akan dicapai, tentukan tujuan pembelajaran).
2. Melakukan pemetaan kebutuhan siswa (pre tes minat, profil belajar
dan kesiapan belajar)
3. Menentukan strategi dan alat penilaian yang digunakan
4. Menentukan kegiatan pembelajaran dengan diferensiasi Konten, Proses
dan Produk.
·
Diferensiasi konten (dengan bantuan "the
equalizer" untuk mengukur tingkat kesiapan, berdasarkan minat dengan
berbagai topik terkait minat, profil dengan memastikan murid dapat mengakses
informasi sesuai gaya belajarnya)
·
Diferensiasi proses (menyusun skenario
pembelajaran : kegiatan berjenjang, pertanyaan pemandu, tantangan di sudut
minat, membuat agenda individual , kelompok fleksibel)
·
Diferensiasi produk (memberikan tantangan
bagi murid dan pilihan dalam mengekspresikan)
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi di kelas
Murid dengan
minat yang berbeda dengan gaya belajar yang berbeda serta dengan kemampuan yang
berbeda akan dapat dengan nyaman belajar sesuai dengan posisi mereka. Hal ini
akan berkorelasi positif terhadap hasil belajarnya ( diperoleh hasil belajar
optimal)
Pada pelaksanaan model
berdiferensiasi ini diperlukan pemahaman akan teori pembelajaran yang matang,
kreatifitas guru dalam merancang aktivitas yang bisa mengakomodasi keberagaman
siswa di kelas sekaligus bagi anak berkebutuhan khusus, pantang menyerah,
keteladanan guru bersikap dan bagaimana cara berkomunikasi terhadap siswa-siswa
di kelas. Model pembelajaran ini bisa dilakukan dengan dengan lebih baik saat pembelajaran
tatap muka. Guru bisa mengatur kelompok independent dengan beberapa siswa
yang masih pada tahap instructional (perlu bimbingan), sehingga teman yang
sudah mandiri akan membantu teman yang memerlukan bimbingan. Guru bisa berfokus
pada siswa yang masih memerlukan penjelasan ulang. Pada pemetaan berdasarkan
minat, guru bisa memberikan penugasan dan memfasilitasi murid mengerjakan
tugas dan mengaitkan dengan bakat dan minat murid. Pada pemetaan berdasarkan
gaya belajar, guru bisa mendiferensiasikan proses dan konten pembelajaran.
Khusus untuk gaya kinestetis, guru bisa membuat spot-spot belajar yang
memudahkan murid bergerak dengan leluasa pada saat menjaring materi. Pada
moda daring, guru bisa mengatur pembelajaran seperti dengan mengelompokkan
materi-materi pada 2 sampai 3 folder yang berbeda tingkat kesulitannya. Murid
bisa memilih sesuai kemampuan (diferensiasi konten). Selain itu guru juga bisa
menempatkan penugasan disana. Untuk evaluasi dan hasil akhir, murid juga memiliki
kebebasan untuk memilih folder soal yang diinginkan. Sungguh merupakan
tantangan bagi guru dalam mengkreasikan pembelajaran ini.
Model pembelajaran
berdiferensiasi ini telah berdampak meningkatkan inklusifitas di kelas karena
dapat meningkatkan adanya sikap saling kerjasama, berpartisipasi, saling
membantu dan menghargai satu dengan lainnya. Selain itu motivasi siswa
meningkat dengan diberikan aktivitas sesuai dengan ketertarikan mereka. Serta
hasil pemahaman siswa juga meningkat dari tingkat sebelumnya.
Keterkaitan antar Materi dengan Modul 1




Comments
Post a Comment