KELAS 8 PEMBELAJARAN 6. Pengaruh Kerja Sama Bidang Ekonomi, Sosial, Politik, Budaya dan Pendidikan terhadap Kehidupan di ASEAN

 


Pembukaan



1. Berdoa sebelum memulai kegiatan
2. Kesepakatan kelas
3. Bercerita isu terkini/siswa menebak topik hari ini

A.Tujuan Pembelajaran 

Setelah belajar materi pengaruh kerja sama bidang ekonomi, social, politik, budaya, dan pendidikan terhadap kehidupan di ASEAN diharapkan Ananda dapat : 

  1. Melalui serangkaian kegiatan diskusi sinkronus virtual, murid dapat menunjukkan sikap sopan dalam berkomunikasi dan menghargai pendapat serta hasil karya teman dengan tulus.
  2. Menganalisis pengaruh kerja sama bidang ekonomi, sosial, politik, budaya, dan pendidikan terhadap kehidupan di ASEAN dengan benar. 
  3. Melalui kegiatan pengelolaan diri - mengelola emosi dan fokus,  siswa dapat mengenal kondisi fisik, mental, dan emosi masing-masing sebagai bentuk persiapan diri agar bisa fokus dalam mengenal negara-negara ASEAN.
  4. Menyajikan hasil identifikasi tentang pengaruh kerja sama bidang ekonomi, sosial, politik, budaya, dan pendidikan terhadap kehidupan di ASEAN dalam bentuk poster. 
  5. Melalui pembuatan jurnal diri, siswa merefleksikan pengalaman yang diperolehnya dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab setelah menyajikan karya pengamatan terhadap materi mengenal negara-negara ASEAN dengan jujur.


Quizizz untuk menguji pengetahuan awal murid tentang ASEAN

         KSE Pengelolaan diri - Mengelola Emosi dan Fokus

·         Menyiapkan gambar Roda Emosi Plutchik

 

 






·         Untuk memeriksa perasaan diri,  guru mengajak murid untuk menuliskan tentang perasaan yang  dialami/dirasakan dan isi pikirannya setelah menjalani sebuah kegiatan atau peristiwa yang baru/menyenangkan/menantang lainnya.

·         Guru menggunakan bahasa yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan murid.

Contoh:

Hari ini

Secara fisik, saya merasa…/Tubuh saya terasa..

Secara mental, saya merasa…/Pikiran saya…….

Secara emosi, saya merasa…/Saya merasa……..

Murid dapat mencurahkan perasaan pada link jamboard/kolom chat



Teknik STOP



Inti Pembelajaran
 (diferensiasi konten)

Visual (membaca artikel dan mengamati gambar)

 Kerja Sama Bidang Ekonomi, Sosial, Politik, Budaya dan Pendidikan
 terhadap Kehidupan di ASEAN 





        Interaksi antar negara ASEAN dalam bentuk kerja sama ternyata memberikan banyak pengaruh terhadap kehidupan masyarakat ASEAN. Pengaruh tersebut terjadi pada bidang ekonomi, sosial, politik, budaya, dan pendidikan di masing-masing msyarakat negara anggota ASEAN. Tentunya pengaruh dari kerja sama tersebut diharapkan berupa pengaruh positif, apalagi dengan melihat berbagai keragaman latar belakang dan permasalahan beragam yang terdapat di masing-masing negara anggota ASEAN. Pengaruh tersebut menjadi solusi atas permasalahan yang terjadi diantara negara-negara anggota ASEAN. Materi pengaruh kerja sama bidang ekonomi, sosial, politik, budaya, dan pendidikan terhadap kehidupan di ASEAN ini sangat menarik dan penting dipelajari untuk membentuk kemampuan Ananda agar dapat memahami sekaligus memiliki sikap dan keterampilan positif dalam keberlangsungan kehidupan dengan negara lain. 


Aktivitas 1: Membaca teks

KEMELUT INDONESIA DAN MALAYSIA DI AMBALAT


Berdasarkan undang-undang Essensial Powers Ordonance yang di sahkan pada bulan Agustus 1969, Malaysia menetapkan luas territorial laut sejauh 12 mil laut yang diukur dari garis dasar dengan menarik garis pangkal lurus menurut ketentuan Konvensi Hukum Laut 1958 mengenai Laut Teritorial dan Contiguous Zone.

 


Berdasarkan undang-undang tersebut selanjutnya Malaysia mendeklarasikan secara sepihak Peta Malaysia 1979 pada tanggal 21 Desember 1979. Selanjutnya Pada bulan Desember 1979 Malaysia mengeluarkan Peta Baru dengan batas terluar klaim maritim yang sangat eksesif di Laut Sulawesi. Peta tersebut secara jelas memasukkan kawasan dasar laut sebagai bagian dari Malaysia yang kemudian disebut Blok Ambalat oleh Indonesia. Hanya Malaysia sendiri yang mengetahui garis pangkal dan titik pangkal untuk menentukan batas wilayahnya.


        Dalam pergaulan internasional suatu negara harus memberitahukan titik-titik pangkal dan garis pangkal laut teritorialnya agar negara lain dapat Peta 1979 yang dikeluarkan pemerintah Malaysia tersebut tidak hanya mendapat protes Indonesia saja tetapi juga dari Filipina, Singapura, Thailand, Tiongkok, Vietnam, karena dianggap sebagai upaya atas perebutan wilayah negara lain. 13 Filipina dan Tiongkok misalnya mengajukan protes terkait Spratly Island. Pada bulan April tahun 1980, Singapura mengirimkan protesnya terkait dengan Pedra Branca (Pulau Batu Puteh). Protes juga dilayangkan oleh Vietnam, Taiwan, Thailand dan United Kingdom atas nama Brunei Darussalam.



Dengan demikian klaim Malaysia terhadap wilayah territorial berdasarkan Peta 1979 tidak mendapat pengakuan dari negara-negara tetangga dan dunia internasional. Namun Malaysia tetap menjadikan Peta 1979 tetap menjadi peta resmi yang berlaku hingga saat ini. Ditinjau dari hukum laut internasional, Malaysia bukanlah negara Kepulauan oleh karena itu tidak dibenarkan menarik garis pangkal demikian sebagai penentuan batas laut wilayah dan landas kontinennya. Malaysia hanyalah negara pantai biasa yang hanya dibenarkan menarik garis pangkal normal (biasa).


Kronologi ketegangan
 



        Pada 21 Februari 2005 misalnya, 17 warga Indonesia ditangkap kapal perang Malaysia, KD Sri Malaka, di Karang Unarang yang dianggap masih bagian dari Ambalat. Angkatan Laut Malaysia kemudian mengejar nelayan Indonesia hingga keluar Ambalat.
 
        Selanjutnya pada 8 April 2005, kapal perang RI, KRI Tedong Naga, menyerempet Kapal Diraja Rencong milik Malaysia sampai tiga kali, namun tak sampai terjadi hantam meriam antarkedua kapal.
 
        Untuk mencegah pecahnya peperangan antara armada tempur dua negara di perairan sekitar Ambalat, Panglima TNI pada 21 April menerbitkan Surat Keputusan yang menyatakan TNI AL hanya boleh melepaskan tembakan jika Malaysia lebih dulu menembak mereka.
 
 
        Dua tahun kemudian, 2009, Indonesia kembali mengingatkan Malaysia untuk tak melakukan provokasi militer di Ambalat. Indonesia pun terus memperketat penjagaannya di Ambalat dengan mengerahkan 130 pasukan marinir ke wilayah itu. Kapal perang pun disiagakan di Ambalat.
 

 


        Pada 1 Juni 2009, Hatta Rajasa yang saat itu menjabat Menteri Sekretaris Negara menyatakan Indonesia tak bakal melepaskan Ambalat sejengkal pun. Ucapan Hatta itu imbas insiden beberapa hari sebelumnya, 25 Mei 2009, saat kapal perang Tentara Diraja Laut Malaysia masuk Ambalat hingga diusir KRI Untung Suropati.
 
       Malaysia, di tiap perundingan dengan Indonesia, kerap menyebut dan meyakini Ambalat sebagai bagian dari teritorial mereka. Malaysia bahkan memprotes kehadiran TNI di Blok Ambalat.
 
        Hingga tahun 2015, Ambalat belum bertemu damai. TNI meminta pemerintah RI untuk kembali melayangkan protes diplomatik ke Malaysia karena sembilan kali pelanggaran sepanjang tahun ini yang dilakukan militer Malaysia di Ambalat.


Auditory dan Kinestetik ( Menyimak video)

https://www.youtube.com/watch?v=hjEtuXLi0gk

Simaklah video diatas dengan seksama!

  1. Tuliskan pengetahuan baru yang anak-anak dapatkan setelah menyimak pembelajaran melalui video dan artikel tersebut, dengan diawali kalimat (pilih salah satu): (penguatan literasi 1 )

a.    Saya baru menyadari bahwa…..

b.    Saya sadar, saya berpikir…

c.     Ternyata selama ini pengetahuan saya tentang ……..adalah salah/benar….alasan…..


2. Amati  tabel berikut (Penguatan literasi 2)

Disini ibu harapkan anak-anak dapat mengevaluasi informasi berupa kritik, saran, pendapat atau tanggapan. Pemberian tanggapan dapat dilakukan secara tertulis maupun lisan, mandiri berpasangan atau dalam kelompok kecil.



Setelah mengamati gambar, setujukah kalian dengan pernyataan “ ASEAN memiliki hak yang sama dalam penentuan batas wilayah?” Jelaskan sesuai dengan pemahaman anak-anak setelah membaca artikel dan menyimak video!

 



Dengan melihat kronologi peristiwa pada artikel dan video diatas, coba jelaskan pendapat kalian tentang tindakan Malaysia dan Indonesia!


Bagaimana jika kalian mendapat kesempatan untuk menjadi pejabat yang akan bernegosiasi dengan Malaysia terkait kasus Ambalat tersebut? Nilai-nilai apa yang akan kalian tunjukkan di pertemuan tersebut?

 


Menurut kalian, apa pengaruh kasus tersebut pada kelangsungan kerjasama bidang politik ASEAN ?




PENUTUP

1. Kesimpulan


2. Refleksi


3. Berdoa setelah memulai kegiatan

4. Penugasan


TUGAS 1

https://www.youtube.com/watch?v=7Jw-L48ppaQ 

Simaklah Video diatas sebelum anak-anak mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKM online) dibawah ini:

LKM online

https://www.liveworksheets.com/jj2098477ot  (level tinggi)


https://www.liveworksheets.com/ym2167157qy (level sedang)


TUGAS 2

https://www.youtube.com/watch?v=7Jw-L48ppaQ

Uraikan kembali ke dalam bentuk diagram frayer






TUGAS 3



https://hukamnas.com/latar-belakang-konflik-rohingya   (Artkel tentang Konflik Pengungsi Rohingya)

https://www.youtube.com/watch?v=2IdZUMXxXV8 (Video konflik Sipadan dan Ligitan)


https://www.youtube.com/watch?v=oJ1vLU4E9Uk ( Penundaan Seagames 2021) 

Silakan anak-anak memilih satu video diatas atau bisa juga mencari sumber lain terkait materi hari ini untuk dijelaskan.

Isi Pelaporan :
1. Jelaskan video yang anak pilih merupakan contoh kerjasama di bidang apa?
2. Apa yang diceritakan oleh video tersebut, jelaskan secara singkat!
3. Jelaskan pendapat anak-anak atau tanggapan mengenai isi video tersebut!


Tugas anak-anak adalah menyimak video diatas kemudian pilihlah video dan penugasan sesuai minat dan yang paling mudah dikerjakan menurut anak-anak

  1. Setelah anak-anak menyimak video, jelaskan salah satu materi "Pengaruh Kerja Sama Bidang Ekonomi,  Sosial, Politik, Budaya dan Pendidikan  terhadap Kehidupan di ASEAN"
  2. Silakan dipilih yang mau dijelaskan, 
  • Pengaruh kerjasama di bidang ekonomi terhadap kehidupan di ASEAN dan dampak/pengaruh covid-19 terhadap kerjasama ASEAN
  • Pengaruh kerjasama di bidang sosial terhadap kehidupan di ASEAN dan dampak/pengaruh covid-19 terhadap kerjasama ASEAN
  • Pengaruh kerjasama di bidang politik terhadap kehidupan di ASEAN dan dampak/pengaruh covid-19 terhadap kerjasama ASEAN
  • Pengaruh kerjasama di bidang budaya terhadap kehidupan di ASEAN dan dampak/pengaruh covid-19 terhadap kerjasama ASEAN
  • Pengaruh kerjasama di bidang pendidikan terhadap kehidupan di ASEAN dan dampak/pengaruh covid-19 terhadap kerjasama ASEAN
TUGAS BERDIFERENSIASI DIBUAT DALAM BENTUK (SILAKAN DIPILIH MENURUT MINAT)

1. Video (visual auditori)
2. Rekaman suara (auditori)
3. Poster (kinestetik, visual)
4. Tulisan (visual, kinestetik)

5. Tiktok (Kinestetik)


PILIH 2 TUGAS YANG ANAK-ANAK MINATI DAN SESUAI DENGAN KEMAMPUAN ANAK-ANAK




"Akar pendidikan itu pahit, tapi buahnya manis." - Aristoteles






Comments

Popular posts from this blog

Demontrasi kontekstual modul 1.1

KELAS 9 PEMBELAJARAN 11. MENYIKAPI ARUS GLOBALISASI