KELAS 9 PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA (1)
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi perubahan sosial budaya dan globalisasi melalui arahan guru dan didampingi orang tua, Ananda diharapkan dapat:
1. Menjelaskan konsep perubahan sosial budaya.
2. Menganalisis penyebab perubahan sosial budaya
3. Menjelaskan perbedaan antara perubahan sosial dengan perubahan budaya
4. Menganalisis bentuk perubahan sosial budaya disekitar tempat tinggal.
Aktivitas 1.1. Menganalisis Penyebab Perubahan Sosial Budaya dalam Masyarakat
Ananda harus memahami bahwa kehidupan manusia dan masyarakat terus mengalami perubahan. Tidak ada masyarakat yang tetap atau statis karena hal tersebut terasa membosankan dan tidak menarik. Perubahan dalam kehidupan masyarakat dinamakan sebagai dinamika sosial, dimana dinamis artinya selalu berubah. Perubahan sosial dan budaya yang terjadi dalam masyarakat membuat masyarakat berkembang hingga mencapai bentuknya saat ini. Sedikitnya terdapat tiga faktor yang memotivasi masyarakat untuk berubah. Healy (1998) dan Sztompka (2000) menjelaskan bahwa perubahan masyarakat diakibatkan oleh:
Pertama, pertambahan populasi manusia yang memunculkan masalah dan memerlukan solusi. Populasi manusia yang bertambah mengakibatkan kehidupan masyarakat berubah menjadi kompleks dari waktu ke waktu. Pertambahan populasi manusia mengakibatkan perlu dibangunnya lebih banyak rumah, sawah, pekerja, alat-alat pengangkut hasil panen dan lain-lain. Hal ini mengubah bentuk keadaan suatu wilayah.
Faktor kedua adalah karena kebutuhan ekonomi dimana suatu kelompok masyarakat atau bangsa akan bersaing dengan masyarakat lain untuk mengakses sumber daya alam. Suatu masyarakat yang tidak berubah dan berkembang akan kesulitan bersaing dengan masyarakat lain.
Faktor ketiga adalah akibat adanya penemuan-penemuan baru. Suatu ide, teknologi dan praktek baru yang ditemukan manusia dan berguna untuk menyelesaikan satu masalah akan dengan mudah menyebar dari individu ke individu lain, dari individu kepada masyarakat maupun satu kelompok masyarakat ke masyarakat lain. Penerimaan suatu ide dan praktek baru dalam masyarakat akan mengakibatkan perubahan pada masyarakat tersebut. (Healy 1998; Sztompka 2000)
TUGAS 1
Setelah ananda memahami tentang beberapa penyebab perubahan dalam kehidupan sosial atau masyarakat. Lakukanlah aktifitas mengisi tabel berikut ini untuk menguji pengetahuan Ananda. Berikan tanda (√) pada contoh yang menunjukkan perubahan sosial atau budaya. Soal nomor 1 sudah dijawab sebagai contoh untuk Ananda.
Aktivitas 1.2. Menjelaskan Definisi Perubahan Sosial Budaya
Semua perubahan fisik yang terjadi pada manusia membutuhkan perubahan pada pola pikir dan tindakan manusia. Sebagai contoh Orang tua yang dahulu hanya berpikir untuk mencukupi kebutuhan Ananda sekolah di SD, kini harus berpikir mencari uang yang lebih banyak untuk menyekolahkan Ananda di tingkat SMA atau bahkan perguruan tinggi nantinya. Seiring perubahan fisik yang dialami manusia muncul kebutuhan hidup yang berbeda sehingga diperlukan perubahan pola pikir dan tindakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Pertumbuhan tubuh fisik selanjutnya juga disertai dengan bertambahnya tanggungjawab. Seperti layaknya orang tua, Ananda kelak juga akan menjadi orang tua. Ketika menjadi orang tua, Ananda tidak mungkin hanya memikirkan keinginan diri sendiri. Ananda harus belajar bertanggung jawab memenuhi kebutuhan anak-anak dan keluarga Ananda. Tanggung jawab akan bertambah besar ketika dewasa nanti, Ananda juga harus memperhatikan orang tua Ananda yang semakin tua dan lemah karena usia. Bertambahnya tanggung jawab kehidupan akan mengakibatkan perubahan cara berpikir dan bertindak menjadi lebih dewasa.
Perubahan sosial terjadi ketika banyak manusia dalam suatu masyarakat melakukan perubahan. Seperti contoh suatu keluarga memutuskan membeli mobil sebagai sarana transportasi karena anak yang bertambah besar. Penambahan jumlah kendaraan dalam suatu masyarakat dapat mengakibatkan perubahan sosial dalam skala kecil. Perubahan sosial skala kecil itu bersifat baik jika membuat kehidupan masyarakat semakin mudah. Sebagai contoh mobil baru suatu keluarga tidak akan mengganggu masyarakat tetapi justru membantu apabila keluarga tersebut rela meminjamkan mobilnya untuk keperluan sosial masyarakat seperti untuk mengantar atau menjenguk anggota masyarakat yang tiba-tiba sakit. Meski demikian keberadaan mobil baru juga dapat mengakibatkan perubahan sosial skala kecil yang negatif ketika menimbulkan gangguan kehidupan masyarakat. Apabila keluarga tidak memiliki garasi untuk menyimpan mobilnya, aktifitas lalu lintas masyarakat dapat terganggu akibat mobil yang diparkir di depan rumah.
Perubahan budaya hanya dapat terjadi apabila semua golongan masyarakat baik tua, muda laki-laki dan perempuan telah menerima adanya perubahan sosial dan melakukan adaptasi dengan kebaruan tersebut dengan mengubah nilai, norma dan perilaku yang ada. (Varnum and Grossmann 2017). Sebagai contoh, pada kebudayaan Jawa, masyarakat memiliki nilai, norma dan perilaku untuk menghormati orang yang lebih tua. Nilai dan norma ini membuat penduduk Jawa selalu merendahkan tubuh atau kepala bila bertemu dan berbicara dengan orang yang lebih tua. Budaya dan aturan tidak tertulis ini membuat masyarakat Jawa dapat hidup harmonis. Kaum muda menghargai dan memberikan kesempatan pada orang-orang tua yang lemah karena usia, melalui penghormatan ini pula, kaum tua merasa diterima dan bersedia memberikan nasihat kehidupan kepada kaum muda.
Saat ini keadaan berbeda, karena adanya materialism, kesibukan, persaingan hidup dan mobilitas kaum muda di perkotaan, banyak orang tua dititipkan ke panti Jompo. Kaum muda menganggap bahwa pemberian uang atau materi kepada orang tua melalui panti Jompo adalah bentuk penghormatan kepada orang tua disana. Hasilnya adalah banyak orang tua merasa ditelantarkan, mereka merasa tidak bahagia karena terpisah dari keluarga dekat, anak cucu yang menghormati dan menyayangi mereka. Meskipun telah terjadi perubahan demikian, hal ini belum bisa dikatakan terjadi perubahan budaya menghormati orang tua di Indonesia. Sebab di Indonesia masih banyak penduduk Jawa yang bersedia dekat, memperhatikan dan menampung orang tua mereka yang tidak lagi produktif. Ini membuat nilai kebudayaan bangsa Indonesia menghormati orang yang lebih tua masih terjaga. Sekali lagi dapat dikatakan bahwa perubahan kebudayaan lebih sulit terjadi daripada perubahan sosial di masyarakat.
TUGAS 2
Setelah ananda memahami tentang perbedaan definisi perubahan sosial dan budaya. Lakukanlah aktifitas mengisi tabel berikut ini untuk menguji pengeahuan Ananda. Berikan tanda (√) pada contoh yang menunjukkan perubahan sosial atau budaya. Soal nomor 1 telah dijawab sebagai contoh untuk Ananda.







Comments
Post a Comment