KELAS 8. ASYIKNYA MENGENAL RAGAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DI NEGARA-NEGARA ASEA

 

ASYIKNYA MENGENAL RAGAM KEHIDUPAN 
 MASYARAKAT DI NEGARA-NEGARA ASEAN



Ananda tentu mengenal pesta olahraga bangsa-bangsa Asia Tenggara (SEA GAMES). Laga dua tahunan ASEAN terakhir digelar tahun 2019 di Philipina. Ajang kompetisi ini bukan sekedar sebagai unjuk prestasi bangsa-bangsa Asia Tenggara, tetapi memiliki fungsi yang lebih luas dalam aspek sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan. Dalam olahraga tersebut berpadu seluruh masyarakat ASEAN dari berbagai suku bangsa, mengenalkan keragaman budaya, dan menjadi promosi ekonomi sangat penting bagi negara-negara ASEAN. Laga tersebut juga menunjukkan setiap negara ASEAN memiliki ketergantungan dengan negara lainnya. Kali ini Ananda akan mengenal ragam kehidupan masyarakat negara-negara ASEAN. Ananda akan mengenal dan menganalisis ragam kehidupan masyarakat negara-negara ASEAN. Faktor apa saja yang mempengaruhi interaksi antarruang negara-negara ASEAN? Bagaimana pengaruh perkembangan iptek.

bagi kehidupan masyarakat ASEAN? Bagaimana dampak perubahan antar ruang terhadap kehidupan ekonomi ASEAN? Ananda akan mempelajari melalui aktivitas di bawah ini. 

Pembelajaran 1 

Perubahan ruang dan interaksi antarruang akibat faktor alam 

A. Tujuan Pembelajaran Melalui kegiatan membaca teks, mengerjakan tugas dan latihan Ananda dapat 1. Mengidentifikasi faktor geologi, iklim, dan sumber daya alam negara-negara ASEAN 
2. Menganalisis pengaruh faktor geologi, iklim, dan sumber daya alam terhadap interaksi antarruang negara-negara ASEAN


MATERI BERUPA VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=UPOqOrAhqJw


MATERI BERUPA ARTIKEL



Perhatikan gambar Peta ASEAN di atas. Seperti Ananda pelajari pada modul 1 kelas VIII, ASEAN terbentuk karena adanya tujuan bersama yakni membangun masyarakat ASEAN. Kesamaan tujuan ini tentu dikarenakan adanya beberapa kesamaan seperti sosial, budaya, politik, ekonomi, alam dan sejarah. Negara-negara ASEAN juga memiliki pola interaksi antarruang yang disebabkan oleh beberapa factor, seperto kondisi alam.

Kondisi alam dan kondisi sosial negara-negara ASEAN relatif homogen (banyak kesamaan). Negara-negara ASEAN saling membutuhkan sehingga memudahkan interaksi antara negara. Interaksi ini terjadi dalam bentuk kerja sama di berbagai bidang. Banyak faktor yang menimbulkan berbagai bentuk interaksi antara negara tersebut, antara lain faktor iklim dan faktor geologi.





Perhatikan gambar arah angin Muson di atas. Ananda tentu merasakan perubahan musim yang terjadi di Indonesia. Angin Muson Barat dan angin Muson Timur menggambarkan arah yang melewati negara-negara ASEAN. Arah angin ini tidak lepas dari pengaruh letak astronomis negara-negara ASEAN. ASEAN memiliki lokasi di antara Benua Asia dan Benua Australia menyebabkan wilayah   ini memiliki pola arah angin yang berganti setiap setengah tahun yaitu angin muson timur dan angin muson barat. Kedua angin tersebut menyebabkan terjadinya musim kemarau (angin muson timur) dan musim hujan (angin muson barat). Angin muson tersebut mempengaruhi iklim di negara-negara ASEAN yang dinamakan iklim muson. Angin bukan semata penyebab perbedaan iklim di suatu wilayah. Wilayah negara-negara ASEAN juga dipengaruhi iklim fisis. Iklim fisis dipengaruhi keadaan fisik suatu wilayah, seperti perairan laut, pegunungan, dan dataran. Negara-negara ASEAN terkadang mengalami perubahan iklim yang tidak terprediksi, sebagai akibat adanya perubahan pola penggunaan lahan dan perilaku yang menimbulkan pemanasan global. Perubahan iklim ini memicu terjadinya bencana alam klimatik atau bencana alam yang disebabkan kerusakan faktor-faktor iklim.






Ananda tentu sering menyimak berita terjadinya bencana di berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan saat di salah satu tempat di Indonesia masih kekurangan hujan, di daerah lain sudah terjadi banjir. Bencana kalimatik adalah bencana yang disebabkan oleh faktor iklim meliputi curah hujan, kelembapan   udara, suhu udara, tekanan udara, insesitas cahaya dan matahari. Dalam kehidupan masyarakat ASEAN bencana klimatik contohnya ; angin topan Nagris di Myanmar, Banhir di Malaysia, Letusan gunung dan angin topan di Filipina Berdasarkan kondisi iklim matahari, fisis, ataupun muson, hampir seluruh negara ASEAN memiliki kesamaan kondisi. Kondisi iklim yang sama ini membuat negaranegara di ASEAN ini bahu membahu untuk saling membantu. Banjir dan badai angin merupakan salah satu bencana yang mengancam negara-negara ASEAN. Untuk memperkuat pemahamanmu tentang factor iklim, lengkapilah tabel di bawah ini.

TUGAS 1






Perhatikan fenomena banjir di ibukota Jakarta di atas. Fenomena ini menjadi permasalahan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga kota-kota negara ASEAN. Iklim menjadi salah satu penyebab terjadinya curah hujan tinggi di musim hujan. Kondisi ini tentu dipengaruhi factor lain misalnya tata pengairan, kondisi ketinggian, dan konektivitas dengan daerah lainnya. Musim hujan dan musim kemarau yang menjadi ciri kas negara-negara ASEAN memiliki berbagai dampak kesamaan dalam aktivitas dan permasalahan negara-negara ASEAN. Untuk menambah wawasanmu tentang kesamaan kondisi dan persamaan negara-negara ASEAN Ananda dapat melaksanakan aktivitas mengisi tabel di bawah ini.


TUGAS 2






SILAKAN BERKREASI DALAM MEMBUAT TUGAS
KIRIM HASIL KE CLASSROOM LENGKAPI IDENTITAS

SELAMAT BELAJAR...TETAP SEMANGAT..!!









Comments

Popular posts from this blog

Demontrasi kontekstual modul 1.1

KELAS 9 PEMBELAJARAN 11. MENYIKAPI ARUS GLOBALISASI